jadi

Written by Admin on . Hits: 233

Prosedur Pengambilan Produk Pengadilan



1. Prosedur Pengambilan Akta Cerai (AC)
    Akta cerai merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh pengadilan agama sebagai
    bukti telah terjadi perceraian. Akta cerai bisa diterbitkan jika gugatan dikabulkan
    oleh majelis hakim dan perkara tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap
    (inkracht). Perkara dikatakan telah berkekuatan hukum tetap jika dalam waktu
    14 hari sejak putusan dibacakan (dalam hal para pihak hadir), salah satu atau para
    pihak tidak mengajukan upaya hukum banding. Dalam hal pihak tidak hadir, maka
    perkara baruinkracht terhitung 14 hari sejak pemberitahuan isi putusan disampaikan
    kepada pihak yang tidak hadir dan yang bersangkutan tidak melakukan upaya hukum
    banding (putusan kontradiktoir) atau verzet (putusan verstek).

    Syarat mengambil Akta Cerai:
    1. Menyerahkan nomor perkara yang dimaksud.
    2. Memperlihatkan identitas diri baik KTP/domisili ataupun SIM.
    3. Membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Akta Cerai Rp.10.000,-
       (Sepuluh ribu rupiah).

    4. Jika menguasakan kepada orang lain untuk mengambil akta cerai, maka
        di samping fotokopi KTP pemberi dan penerima kuasa, juga menyerahkan
        Asli Surat Kuasa bermeterai 6000 yang diketahui oleh Kepala Desa/Lurah
        setempat. 

2. Prosedur Pengambilan Salinan Putusan

    Syarat mengambil Salinan Putusan;
    1. Menyerahkan nomor perkara yang dimaksud.
    2. Memperlihatkan KTP Asli  bahwa ia pihak berperkara dimaksud dan menyerahkan
        fotokopinya.

    3. Membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) :
        Biaya salinan @lembar Rp. 500 (Tiga ratus rupiah perlembar)